Sabtu, 04 Agustus 2012

Perkembangan Kromatografi

Penggunaan istilah kromatografi sebetulnya sama sekali tidak tepat, sebab perkembangannya setelah percobaan Tswett ternyata yang dipisahkan  oleh para ilmuwan tidak hanya zat atau campuran zat yang berwarna. Namun istilah kromatografi dari zama Tswett sampai saat ini masih popular dipakai, digunakan sebagai bagian tersendiri dari metode analisis kualitatif maupun kuantitatif.

Puncak perkembangan kromatografi adsorpsi adalah kromatografi lapis tipis (KLT) yang dikemukakan oleh Izamailov dan Shraiber pada tahun 1938. Pada tahun 1941
Martin dan Synge menemukan suatu yang sangat penting yaitu mereka mengemukakan teori kromatografi partisi dengan teorinya yang dikenal dengan Plate Theory, dan menerima hadiah Nobel pada tahun 1952.




Image 1 : Tswett
Tabel 1. : Pembagian kromatografi berdasarkan fase gerak, mekanisme pemisahan, teknik pemisahan, dan geometri tempat pemisahan.


Dasar
Pemisahan
Kelompok
Kromatografi
Contoh

1.   Fase Gerak (Fase Gerak dan Fase Diam)
Kromatografi Gas (GSC, GLC)

Kromatografi Cair (LLC,LSC)
GLC, GS

CC, PC, TLC, HPLC

2.  Mekanisme Pemisahan
Kromatografi Adsorpsi (GSC, LSC)
Kromatografi Partisi (LLC)
Kromatografi Pasangan Ion
Kromatografi Pertukaran Ion
Kromatografi Eksklusi
CC, GSC, TLC
GLC, PC, TLC, HPLC
IPC
IEC
GPC




3.  Teknik Pemisahan
Kromatografi Menurun, Menaik, Melingkar
Kromatografi Dua Dimensi
Kromatografi Isokratik
Kromatografi Gradien
Kromatografi Fase Normal
Kromatografi Fase Balik
Kromatografi Fase Terikat
PC

TLC
HPLC
HPLC
HPLC
HPLC
HPLC


4.   Geometri Tempat Pemisahan
Kromatografi Kolom
Kromatografi Bidang Datar
(Planar Chromatography)
CC, GC, HPLC
PC, TLC, HPTLC


Image 2 : Izmailov
Pada tahun 1952 Martin dan James mempublikasikan makalah pertamanya mengenai Kromatografi Gas. Kemudian dilanjutkan pada tahun 1958 oleh Stahl yang berhasil mengembangkan KLT / TLC (Thin Layer Chromatography) yang dirintis oleh Izmailov dan Shraiber, tahun 1983.


Image 3 : Martin
 
Kromatografi Cair sebagai  komplemen Kromatografi  Gas terus dikembangkan menjadi Kromatografi Cair Tekanan Tinggi / HPLC ( High Pressure Liquid Chromatography) dipraktekkan pertama kali pada tahun 1970 oleh Csaba Horvath. Dengan memakai fase diam di kolom kaca yang disertai pengaliran fase gerak bertekanan tinggi, kromatografi dengan teknik ini dikenal sebagai "High Pressure Liquid Chromatography" 

Puncak perkembangan kromatografi adalah sekitar tahun 1980 yaitu diketemkannya
"Super Critical Fluid Chromatography" 


Image 4 : Synge


Sejalan dengan perkembangan teknologi kolom, instrumentasi dan komputasi, teknik HPLC dan TLC sekarang merupakan teknik analisis campuran yang ampuh karena kecepatannya, kepekaannya, keakuratan, dan ketelitiannya.



Image 5 : HPLC
Kedua teknik tersebut sekarang dikenal dengan HPLC (High Performance Liquid Chromatography) dan HPTLC (High Performance Thin Layer Chromatography) dan paling banyak digunakan di bidang farmasi.







Ini dia... Video tentang HPLC, check it out! :)



Rabu, 18 Juli 2012

Pengantar Kromatografi



Kromatografi adalah teknik pemisahan fisik suatu campuran zat-zat kimia (analit) yang berdasarkan pada perbedaan migrasi/ distribusi masing-masing komponen campuran yang terpisah pada fase diam (stationary phase) dibawah pengaruh fase gerak (mobile phase)


Gambar 1 : Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Gambar 2 : Kromatografi Lapis Tipis

Gambar 3 : Kromatografi Kertas

Gambar 4 : Solvent Kromatografi 

Gambar 5 : Kromatografi Kolom


Yang melakukan kromatografi pertama kali oleh W. Ramsey pada tahun 1905, yaitu : Dia berusaha memisahkan campuran gas dan uapnya. Tidak banyak informasi yang diperoleh dari Ramsey hanya ada informasi yang penting yaitu untuk proses pemisahan tersebut digunakan adsorben karbon aktif. Kemudian pada tahun 1908 seorang ahli botani yang berasal dari Rusia yaitu Mikhail Tswett memberikan istilah "kromatografi" pertama kali terhadap hasil pemisahannya yang dilakukan pada beberapa zat warna dari tanaman seperti khlorofil dan ksantofil. Alasan memberikan istilah kromatografi karena mendapatkan pita-pita merah berwarna yang terpisah pada kolom kaca yang diisi butir-butiran halus adsorben kalsium karbonat.

Penamaan kromatografi ini berasal dari Yunani yaitu dari kata Chroma artinya warna dan graphien artinya menulis.

Penggunaan kromatografi berkembang secara pesat dalam setengah abad terakhir ini, tidak hanya pengembangan pada beberapa jenis teknik kromatografi tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan peneliti untuk memperoleh metode yang lebih baik dalam mengkarakterisasi senyawa campuran.

Pada tahun 1952 A.J.P. Martin dan R.L.M. Synge memperoleh Penghargaan Nobel dalam bidang kimia untuk penelitiannya dengan metode Kromatografi.

Kromatografi adalah kelompok metode penting yang meliputi pemisahan, identifikasi dan penetapan kadar komponen-komponen dari campuran yang komplek. Pada semua pemisahan kromatografi sampel dilarutkan dalam fase gerak, yang dapat berupa gas, cairan atau supercritical fluid. Fase gerak kemudian bergerak melewati fase diam  yang tidak bercampur, yang berada di dalam kolom atau pada permukaan padat.

Laju migrasi analit ditentukan oleh dua faktor yang didasarkan atas afinitasnya terhadap fase gerak dan fase diam, yaitu :

1. Tertahannya analit pada fase diam. Makin kuat afinitasnya terhadap fase diam, makin lama tertahannya  pada fase diam dan makin lajunya dibanding laju fase gerak.

2. Terbawanya analit melaju bersama fase gerak. Makin kuat afinitasnya terhadap fase gerak, makin cepat lajunya meninggalkan fase diam dan melaju makin mendekati laju fase gerak. 

Contoh video kromatografi kolom :



Selasa, 17 Juli 2012

Uji Coba Posting

Salam semuanya...
Ini blog baru saya, isinya berupa pengetahuan kimia tentang Kromatografi..
Semoga membantu teman-teman sekalian, maaf kalau kurang lengkap informasinya..
Mohon bantuannya ^^